IAIN Lhokseumawe Nonton Kaleidoskop Capaian Kemenag RI Sepanjang Tahun 2022

 www.iainlhokseumawe.ac.idSivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe ikut menonton Kaleidoskop Capaian Kinerja Kemenag 2022 yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Kemenag RI, yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Diklat Kemenag secara daring dan luring. Jumat (30/12/2022) kegiatan tersebut dimulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan nonton tersebut menindaklanjuti surat undangan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor B-2986/Set.BD/HM.01/12/2022 tanggal 19 Desember 2022 dan surat Rektor IAIN Lhokseumawe Nomor B-799/In.29/R/KS.00/12/2022 tanggal 30 Desember 2022.

Gelaran Kaleidoskop dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sambutannya ia mengingatkan jajarannya bahwa capaian yang diraih sepanjang 2022 bukanlah akhir dari tugas pelayanan publik.

“Tugas dan tantangan ke depan akan lebih berat karena benchmark sudah tinggi. Kalau haji tahun ini kita dapat penilaian sangat memuaskan dengan indeks 90,45 berdasarkan hasil survei BPS. Maka kepuasan jemaah haji tahun depan tidak boleh rendah dari capaian tahun ini, dan itu tentu bukan pekerjaan yang mudah,” kata Menag, Jumat (30/12/2022).

“Haji tahun depan sesuai komunikasi saya dengan Menteri Haji Arab Saudi, kuota jemaah haji Indonesia 100 persen. Bahkan, bisa lebih kalau kita negosiasi dalam muktamar haji tahun depan. Artinya tantangan akan jauh lebih berat,” sambungnya.

Selain itu, Menag juga menyebutkan beberapa penghargaan lainnya. Misalnya, Kemenag meraih tiga penghargaan Tempo sekaligus. Tahun depan tidak boleh kurang dari tiga, kalau bisa lebih, minimal sama.

“Itu bukan pekerjaan yang mudah. Apa yang ingin disampaikan dalam kaleideskop ini adalah bagian dari syukur kita atas nikmat yang diperoleh. Jangan karena penghargaan ini kita menjadi jumawa dan menyombongkan diri sehingga lupa akan tugas utama memberikan pelayanan kepada publik,” kata Menag.

Menag juga mengingatkan jajarannya, bahwa kementerian ini harus menjadi milik semua agama, serta tempat berkumpulnya semua agama dan kepercayaan. Kemenag harus  benar-benar mengambarkan cerminan bagaimana Indonesia itu mewadahi semua agama dengan proporsional. (AR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *